Pertama saya ini membacanya dari suatu website temen tentang buku ini,tapi sebenernya saya juga lom beli bukunya,yah karena gak punya duwit,hihihihi. Jadi saya share aja yg saya tahu tapi bukan asal tahu.. ok
Goblok dibagi atas tiga tingkatan.
Pertama – Goblok Dinamis (keren ya
Pada tingkatan ini sebenernya anda adalah orang goblok yang beruntung, kenapa? karena anda masih menyadari bahwa diri anda goblok dan masih mau belajar untuk memperbaiki kegoblokan tersebut. Goblok semacam ini yang direkomendasikan oleh penulis kekeke
Bahkan setiap saat kita harus merasa goblok, setiap saat merasa ada sesuatu yang ingin kita ketahui dan kita berusaha untuk mencarinya. Setelah tahu dan bisa segera temukan lagi kegoblokan yang lain dan pelajari sampai bisa. demikian seterusnya … selalu goblok dan hidup goblok haha
Kedua – Goblok Statis
Peringkat ini adalah orang yang goblok tapi tidak menyadari kalau dirinya goblok , orang dengan jenis kegoblokan ini tidak akan terus berkembang, membiarkan dirinya goblok dalam satu hal selamanya
Ketiga – Goblok Absolute
Peringkat ini adalah orang yang paling rugi, sudah tidak sadar dirinya goblok tapi masih mengoblok-goblokan orang lain haha. Ketika dinasehati serta merta ia akan menolak. Merasa bahwa dirinya lebih pintar dari pada orang yang menasehatinya, merasa pintar padahal goblok Saya harap anda jangan pilih goblok model ini hehe … Bahaya!!
*Nah kalau mau baca sisanya bisa beli bukunya di Gramedia ya
Ilmu lain yang bisa saya ambil dari buku ini adalah, untuk sukses disatu bidang bisnis kita harus mau terjun kedalam bisnis tersebut, mencari ilmunya dan mau PRAKTEK. Tanpa praktek anda tidak akan pernah tahu kelebihan dan kekurangan yang anda miliki dan yang jelas anda tidak akan pernah menemukan kesalahan (lha wong ngga pernah praktek
Ada dua perbandingan yang diberikan oleh penulis dalam buku ini, yaitu kuliah jurusan sastra dan jurusan kedokteran. Pada saat dikumpulkan secara random masing-masing mahasiswa dari kedua jurusan ini dan diberikan pertanyaan, ada dua hasil jawaban yang sangat menyolok
Jurusan Sastra, Siapakah yang telah menghasilkan karya satra dan diterima pasar? Hasilnya? tidak sampai 10% wisudawan falkutas sastra yang mampu membuat karya sastra dan diterima pasar. Alasanya? tidak banyak mahasiswa sastra yang mempraktekan ilmu kesastraanya.
Jurusan kedokteran, Siapakah yang sudah bisa mengobati pasien dan sembuh? Hasilnya? 100% wisudawan dokter mampu mengobati pasien dan sembuh. Alasanya? setiap mahasisa fakultas kedokteran tidak mungkin lulus kecuali telah mempraktekkan ilmu kedokteran kepada ratusan bahkan ribuan orang.
Pertama – Goblok Dinamis (keren ya
Pada tingkatan ini sebenernya anda adalah orang goblok yang beruntung, kenapa? karena anda masih menyadari bahwa diri anda goblok dan masih mau belajar untuk memperbaiki kegoblokan tersebut. Goblok semacam ini yang direkomendasikan oleh penulis kekeke
Bahkan setiap saat kita harus merasa goblok, setiap saat merasa ada sesuatu yang ingin kita ketahui dan kita berusaha untuk mencarinya. Setelah tahu dan bisa segera temukan lagi kegoblokan yang lain dan pelajari sampai bisa. demikian seterusnya … selalu goblok dan hidup goblok haha
Kedua – Goblok Statis
Peringkat ini adalah orang yang goblok tapi tidak menyadari kalau dirinya goblok , orang dengan jenis kegoblokan ini tidak akan terus berkembang, membiarkan dirinya goblok dalam satu hal selamanya
Ketiga – Goblok Absolute
Peringkat ini adalah orang yang paling rugi, sudah tidak sadar dirinya goblok tapi masih mengoblok-goblokan orang lain haha. Ketika dinasehati serta merta ia akan menolak. Merasa bahwa dirinya lebih pintar dari pada orang yang menasehatinya, merasa pintar padahal goblok Saya harap anda jangan pilih goblok model ini hehe … Bahaya!!
*Nah kalau mau baca sisanya bisa beli bukunya di Gramedia ya
Ilmu lain yang bisa saya ambil dari buku ini adalah, untuk sukses disatu bidang bisnis kita harus mau terjun kedalam bisnis tersebut, mencari ilmunya dan mau PRAKTEK. Tanpa praktek anda tidak akan pernah tahu kelebihan dan kekurangan yang anda miliki dan yang jelas anda tidak akan pernah menemukan kesalahan (lha wong ngga pernah praktek
Ada dua perbandingan yang diberikan oleh penulis dalam buku ini, yaitu kuliah jurusan sastra dan jurusan kedokteran. Pada saat dikumpulkan secara random masing-masing mahasiswa dari kedua jurusan ini dan diberikan pertanyaan, ada dua hasil jawaban yang sangat menyolok
Jurusan Sastra, Siapakah yang telah menghasilkan karya satra dan diterima pasar? Hasilnya? tidak sampai 10% wisudawan falkutas sastra yang mampu membuat karya sastra dan diterima pasar. Alasanya? tidak banyak mahasiswa sastra yang mempraktekan ilmu kesastraanya.
Jurusan kedokteran, Siapakah yang sudah bisa mengobati pasien dan sembuh? Hasilnya? 100% wisudawan dokter mampu mengobati pasien dan sembuh. Alasanya? setiap mahasisa fakultas kedokteran tidak mungkin lulus kecuali telah mempraktekkan ilmu kedokteran kepada ratusan bahkan ribuan orang.






0 komentar:
Posting Komentar